Jumat, 29 Januari 2021

Ruang Lingkup Administrasi Keuangan - Pengertian dan Ruang Lingkup Kuangan







1.   Pengertian dan Ruang Lingkup Kuangan

  

Pendahuluan

 

Kata administrasi keuangan pasti sudah sering  terdengar di telinga kita, karena ia berhubungan erat dengan sumber daya dari suatu perusahaan atau organisasi. Tapi, beberapa diantara kita juga masih banyak yang belum memahami arti dari administrasi keuangan yang sebenarnya. Kata administrasi keuangan yang kita ketahui biasanya ditafsirkan sebagai proses pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh sebuah organisasi, baik organisasi sektor privat maupun organisasi sektor publik. Dan kebanyakan dari kita menganggap bahwa administrasi keuangan adalah staff yang berkaitan dengan kegiatan pembayaran.

 

Organisasi sektor privat (swasta) adalah bagian dari ekonomi di luar kepemilikan pemerintah. Terdiri dari individu (rumah tangga) dan bisnis. Organisasi sektor publik adalah pemerintah dan unit-unit organisasinya, yaitu unit-unit yang dikelola pemerintah dan berkaitan dengan hajat hidup orang banyak atau pelayanan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Contoh dari sektor publik adalah institusi pemerintahan, partai politik, sekolah, dan rumah sakit. Fokus utama organisasi sektor publik ini adalah pelayanan kepada masyarakat.

 

Perbedaan antara organisasi sektor publik dan organisasi sektor privat;

a.  Organisasi sektor publik tidak memiliki tujuan mencari keuntungan (nonlaba), sedangkan sektor privat/komersial bertujuan mendapatkan keuntungan/laba

b. Organisasi Sektor Publik memiliki karakteristik yang sangat kompleks, multifungsional. Sedangkan sektor privat/komersial lebih spesifik, pembagian fungsinya lebih jelas.

c. Organisasi sektor publik harus melakukan aktivitasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Bagi sektor privat/komersial bisa memilih aktivitas yang akan dilakukan berdasrkan laba atau ruginya.

d. Organisasi sektor publik bersumber dana dari sumbangan publik. Sedangkan sektor privat/komersial berasal dari dana pemilik, kreditur, investor.

 

Konsep kepemilikan sangat penting dalam mendefinisikan sektor publik dan privat. Sebagai dasarnya, kepemilikan berkaitan dengan penguasaan suatu kekayaan, dimana pemilik menggunakan hak dan mengendalikan kekayaannya. Jika kepemilikan adalah satu-satunya kriteria untuk mendefinisikan kedua sektor, maka didapat kesimpulan sebagai berikut:

Bertujuan Mengambil Keuntungan

Tidak Bertujuan Mengambil Keuntungan

Sektor Privat

Perusahaan Privat

Organisasi Privat Nonprofit

Sektor Publik

Perusahaan Publik

Pemerintah

 

 

Pengertian Administrasi Keuangan


Menurut asal katanya, adminiatrasi berasal dari bahasa latin administrate yang berarti melayani, membantu, memenuhi.

Beberapa ahli di bidang administrasi menjelaskan definisi administrasi, termasuk:

Menurut George R. Terry

Administrasi adalah kegiatan perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan kantor, serta mobilisasi mereka yang melaksanakannya untuk mencapai tujuan yang dinyatakan.

Leonard D. White

Merumuskan sebagai “administration is a process comman to all group effort public or provaate, civil or millitaaary, large scaale or smaall scall” (administrasi adalah suatu proses yang biasanya terdapat pada semua usaha kelompok baik usaha pemerintah, ataupun swasta, sipil atau militer baik secara besar-besaran ataupun kecil-kecilaan)

H.A. Simon

Administration can be defined aas the aactivitiesa if group cooperating to accomplish common goals” (administrasi dapat didefenisikan sebagai kegiatan kelompok orang-orang yang melakukan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)

Sondang P. Siagian

Administrasi adalah segala bentuk proses kerjasama antara dua atau lebih individu berdasarkan rasionalitas yang dipilih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

The Liang Gie

Administrasi adalah segenap proses penyelenggaraaaan dalam segenap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu”. defenisi ini mendapat perubahan (1972 :P.a37) yatiu peoses penyelenggaraan diganti dengan rangkaian penaataaan. kemudian lebih disempurnakan (1977:13) yaitu administraasi adalah segenap rangkaian kegiatan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerjasama mencapaai tujuan tertentu.

 

Dari defenisi para ahli kita mendapat empat unsur administrasi yang terdiri dari :

  1. Kegiatan administrasi melibatkan dua orang atau lebih,
  2. Kegiatan administrasi dilakukan secara bersama-sama dalam tim yang solit, sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif,
  3. Kegiatan administrasi merupakan proses kegiatan yang berkesinambungan, sehingga membentuk alur kegiatan yang tertata dengan baik.
  4. Kegiatan administrasi memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai. Tujuan tersebut ditencanakan sebelumnya, jelas tujuannya, dan harus dicapai melalui kerjasama.

 

Empat unsur tersebut berkaitan erat satu sama lain dan terpadu. Jika salah satunya tidak ada maka kegiatan tersebut tidak dapat disebut sebagai administrasi.

 

Salah satu pengertian administrasi keuangan adalah pengelolaan yang meliputi seluruh aktifitas yang berkaitan dengan keuangan untuk mencapai tujuan sebuah organisasi ataupun perusahaan tertentu. Bagaimana dengan administrasi keuangan,

 

Dengan adanya administrasi keuangan yang baik, maka akan tercipta suasana kerja yang lebih nyaman serta produktif. Hal ini juga akan mendorong terciptanya keuangan yang lebih tertata dan lebih baik bagi suatu perusahaan tertentu. Tidak perlu khawatir dengan rumitnya rumus dan ketentuan yang ada karena hasilnya akan sangat baik bagi bisnis.


Definisi administrasi keuangan menurut para ahli dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1.   Dalam Arti Sempit ( ≈ Tata Usaha Keuangan)

Pengertian administrasi keuangan dalam arti sempit adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan pencatatan pendapatan dan pengeluaran untuk membiayai berbagai kegiatan organisasi berdasarkan aktivitas penatabukuan, di mana bentuknya adalah dalam bentuk administrasi atau akuntansi keuangan. Tata usaha keuangan, dimana pengertian ini merujuk pada administrasi keuangan secara sempit. Proses yang berkaitan dengan hal tersebut adalah proses menerima, menyimpan, serta mengeluarkan uang dengan aktivitas penatabukuan.

2.   Dalam Arti Yang Luas ( ≈ Pengelolaan Keuangan)

Pengertian administrasi keuangan dalam arti luas adalah kebijakan mengenai pengaturan, pengadaan, dan penggunaan keuangan organisasi untuk merealisasikan kegiatan organisasi, di mana bentuk manajemen keuangan meliputi perencanaan, regulasi, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan.

Beberapa komponen administrasi keuangan dalam arti luas terdiri dari penganggaran keuangan, pengelolaan keuangan, perencanaan keuangan, pencarian keuangan, pengendalian keuangan, pemeriksaan keuangan dan penyimpanan keuangan. Apabila seluruh komponen tersebut berfungsi maka akan membentuk kinerja administrasi keuangan yang baik, sehingga tujuan organisasi ataupun perusahaan dapat tercapai dengan efektif dan efisien.

 


Komponen-komponen Administrasi Keuangan

 

Dengan pengaturan tata kelola administrasi keuangan yang baik, akan tercipta suasana yang lebih nyaman dan mendorong produktifitas kerja. Pemanfaatan uang mampu dikendalikan dan dikoordinasikan dengan baik dan kekeliruan dalam pembuatan laporan keuangan dapat berkurang.

 

Dalam pengerjaannya, terdapat beberapa komponen berikut ini penjelasan nya:

  1. Perencanaan keuangan adalah seluruh kegiatan perencanaan pengeluaran dan pemasukan kas yang diperoleh dalam kurun waktu tertentu.
  2. Penganggaran keuangan yaitu kegiatan anggaran pemasukan, pengeluaran dan berbagai kegiatan lain yang sudah dibuat dan direncanakan sebelumnya secara rinci. 
  3. Pengelolaan keuangan adalah kegiatan pembiayaan dana atau modal yang dilakukan dengan berbagai cara untuk meningkatkan kinerja perusahaan
  4. Pencarian keuangan adalah kegiatan yang berhubungan dengan pengadaan dana atau modal agar seluruh kegiatan operasional bisa berjalan dengan baik sesuai dengan rencana yang dibuat perusahaan. 
  5. Pengendalian keuangan yaitu kegiatan yang berkaitan dengan penilaian dan perbaikan kinerja keuangan di suatu perusahaan.
  6. Penyimpanan keuangan adalah kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan dana atau modal perusahaan yang akan disimpan di tempat yang aman.
  7. Pemeriksaan keuangan atau auditing merupakan kegiatan yang berkaitan dengan proses audit, baik audit internal maupun audit eksternal terhadap bagian keuangan perusahaan sebagai upaya mencegah terjadinya kecurangan, pencurian data dan risiko likuiditas

 

Dalam ilmu administrasi keuangan dijelaskan bahwa untuk dapat menggunakan uang secara efisien harus dilakukan 3 (tiga) pola perbuatan pengelolaan keuangan, yaitu :

1.    Pembuatan anggaran belanja (budgetting)

2.    Melakukan pembukuan (accounting)

3.    Pemeriksaan keuangan (auditing)

 

Itulah pembahasan di atas yang patut dipelajari karena jika kegiatan administrasi keuangan yang dikerjakan dengan beberapa tahapan teratur dan dipimpin oleh staf, maka setiap aktivitas perusahaan bisa didukung oleh sistem akuntansi yang baik dan terorganisir agar dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

 

Prinsip-prinsip Administrasi Keuangan

 

Di dalam menjalankan manajemen keuangan maka kita harus memperhatikan sejumlah prinsip.

Prinsip-prinsip manajemen keuangan ini memerlukan tekanan agar dapat berjalan dengan efektif.

 

Berikut adalah beberapa prinsip manajemen keuangan, yaitu :

 

1.   Transparansi (transparency)

Pengertian transparansi adalah keterbukaan dan transparansi dibidang manajemen adalah keterbukaan dalam mengelola kegiatan manajemen.

Sebuah perusahaan harus transparan terkait dengan pekerjaan dan penyediaan informasi yang terkait dengan rencana dan aktivitasnya terhadap pihak-pihak yang berkepentingan.

Hal ini terkait dengan penyiapan laporan keuangan yang akurat, lengkap serta tepat waktu dan dapat diakses dengan mudah oleh pihak yang berkepentingan dan penerima manfaat.

Bila perusahaan sudah tidak terbuka terhadap hal ini maka dapat menggambarkan bahwa terdapat sesuatu hal yang disembunyikan.

 

2.   Akuntabilitas (accountability)

Pengertian Akuntabilitas merupakan kondisi dimana individu yang dapat di nilai oleh orang lain karena kualitas performanya dalam menjalankan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawabnya.

Akuntabilitas pada manajemen keuangan dapat didefinisikan sebagai penggunaan uang yang dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dengan kata lain, akuntabilitas ini adalah kewajiban moral atau hukum yang melekat pada seseorang, kelompok atau perusahaan atas penggunaan modal, alat atau wewenang yang diberikan dari pihak ketiga.

 

3.   Konsistensi (consistency)

Pada prinsip manajemen keuangan ini, sebuah perusahaan harus dapat menjalankan pendekatan sistem akuntansi yang konsisten dari satu periode ke periode berikutnya didalam menyusun laporan keuangan.

Hal ini harus diterapkan pada perusahaan agar hasil bisa didapatkan dengan mudah dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya.

Dengan demikian perusahaan dapat mengukur perkembangan perusahaan berdasarkan laporan keuangan.

Informasi yang terdapat didalam laporan keuangan juga dapat dimanfaatkan oleh pihak luar perusahaan yang akan ikut terlibat didalam perusahaan.

Oleh sebab itu, penerapan prinsip konsistensi ini dapat memudahkan proses pembandingan informasi perusahaan dan data dapat dijelaskan secara akurat, kohoren dan terpercaya.

 

4.   Integritas (integrity)

Prinsip integritas adalah prinsip kejujuran dan kepatuhan yang menjadi landasan utama yang harus dimiliki setiap orang yang berada didalam organisasi atau perusahaan.

Integritas setiap individu ini dapat memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan yang dapat mempengaruhi kelangsungan perusahaan.

Orang-orang yang berintegritas tinggi dan konsisten akan dapat menjaga laporan keuangan tetap akurat dan terpercaya.

Kepercayaan ini sangatlah penting untuk dijaga agar perusahaan dapat mempertahankan bisnisnya dan berjalan berkesinambungan.

 

5.   Pengelolaan Keuangan (stewardship)

Prinsip pengelolaan keuangan ini, perusahaan harus dapat selalu mengelola sumber keuangan perusahaan yang ada dengan baik.

Perusahaan juga harus memastikan bahwa sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Oleh sebab itu, perusahaan harus dapat memaksimalkan setiap sumber daya yang ada dengan bijak dengan melakukan perencanaan pengelolaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Perusahaan juga harus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan manajemen perusahaan, mengawasi penerimaan dan pengeluaran perusahaan serta melakukan evaluasi terhadap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan.

 

6.   Standar Akuntansi (accounting standards)

Prinsip Manajemen Keuangan ini adalah pedoman untuk perusahaan dalam menyusun laporan keuangan seperti cara perusahaan mempersiapkan bisnis, biaya, aset atau liabilitas yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Di dalam pencatatan atau penyimpanan dokumentasi keuangan perusahaan harus memperhatikan dan menjalankan standar akuntansi yang dapat diterima dan berlaku secara umum.

Hal ini penting untuk diterapkan karena informasi atau laporan keuangan tersebut dapat mudah untu dimengerti oleh pihak-pihak yang terkait.

 

7.   Kelangsungan Hidup (viability)

Kelangsungan hidup perusahaan dapat di nilai dari keberlangsungannya dalam jangka yang panjang serta kemampuannya dalam mempertahankan keuntungan selama periode tertentu.

Perusahaan harus terus memperhatikan keamanan serta pengelolaan perusahaan agar dapat mempertahankan tujuan perusahaan.

Perusahaan harus dapat mempersiapkan perencanaan keuangan yang dapat menggambarkan perusahaan dapat menjalankan strateginya dan memenuhi kebutuhan keuangannya.

 

8.   Efektivitas (effectiveness)

Istilah efektif sering didefinisikan sebagai pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sedangkan efektivitas lebih di tekankan pada “kuantitatif outcomes” (hasilnya dalam bentuk angka-angka yang nyata).

Prinsip efektivitas dapat terpenuhi didalam manajemen keuangan apabila kegiatan yang dijalankan dapat mengatur keuangan untuk membiayai kegiatan untuk mencapai tujuan perusahaan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

 

9.   Efisiensi (efficiency)

Definisi efisiensi adalah perbandingan terbaik antara input dan ouptut atau antara daya dan hasil.

Daya ini dapat terdiri dari dengan pikiran, tenaga, waktu dan biaya.

Perbandingan kedua hal tersebut dapat terlihat dari :

a.   Penggunaan waktu, tenaga dan biasa

Sebuah aktivitas dapat dikatakan efisien bila penggunaan waktu, tenaga dan pikiran kecil namun dapat mencapai hasil yang telah ditetapkan.

b.   Di lihat dari segi hasil

Sebuah kegiatan dapat dikatakan efisien bila penggunaan waktu, tenaga dan biaya tertentu dapat mencapai hasil yang maksimal baik secara kualitas maupun kuantitas.

Tingkat efisiensi dan efektivitas yang maksimal dapat memungkinkan berjalannya pelayanan yang memuaskan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara maksimal dan bertanggung jawab.

 

 

Tujuan Administrasi Keuangan

 

Tujuan dari diadakannya administrasi keuangan pada dasarnya adalah untuk memproses serta mengatur keuangan dari sebuah perusahaan agar sistem keuangan yang terdapat dalam unit perusahaan itu bisa dilakukan dengan baik. Sehingga, hal tersebut bisa dipertanggungjawabkan seluruh kebenarannya berdasarkan seluruh ketetapan yang sedang berlaku.

Administrasi keuangan memiliki tujuan lain, yaitu:

1.  Terselenggaranya sistem tata kelola administrasi, pengelolaan keuangan, pelaksanaan pembayaran yang transparan dan akuntabel melalui monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.

2.   Terwujudnya kedisiplinan setiap unit kerja sesuai jadwal-jadwal penyelesaian pertanggungjawaban keuangan berlaku.

3.  Terjaminnya dokumen pertanggung jawaban keuangan yang audible dan akuntabel.

4.    Terjaminnya opini laporan keuangan “Wajar“.

5.    Terciptanya pengeluaran keuangan yang efektif dan efisien.

 

Selain itu, administrasi keuangan memiliki manfaat lain, yaitu:

1.  Mempermudah proses pengeluaran dan pemasukan uang pada suatu perusahaan.

2.    Mempermudah kegiatan transaksi keuangan, karena setiap transaksi yang dilakukan bisa ditunjukkan dengan bukti yang bisa dipertanggung jawabkan.

3.     Pemanfaatan uang mampu dikendalikan dan dikoordinasikan dengan baik.

4.     Berkurangnya kekeliruan dalam pembuatan laporan keuangan.

5.  Mempermudah manajer keuangan dalam mengetahui kondisi keuangan perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

 

 

Singkatnya, penerapan administrasi keuangan yang baik akan berdampak positif pada produktivitas dan juga pada suasana kerja di perusahaan. Dengan begitu, manajemen keuangan dalam suatu perusahaan akan lebih terorganisir dan menghasilkan output yang sangat baik bagi perusahaan itu sendiri.

 



Prinsip adalah suatu pernyataan paling dasar atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Apakah prinsip-prinsip administrasi keuangan harus dilaksanakan seluruhnya! Bagaimana dampaknya jika hanya dilaksanakan sebagian saja?

 

Daftar Pustaka

https://accurate.id/ekonomi-keuangan/administrasi-keuangan/

https://pengertiandefinisi.com/pengertian-administrasi-keuangan/

https://www.kompasiana.com/dindacitra4915/5de1de26d541df6ac60c31d3/mengetahui-perbedaan-dan-persamaan-organisasi-sektor-publik-dan-sektor-privat-komersial?page=all

https://guruakuntansi.co.id/pengertian-administrasi/

https://www.linovhr.com/administrasi-keuangan/

https://www.gurupendidikan.co.id/administrasi/

https://www.pahlevi.net/prinsip-manajemen-keuangan/

Sabtu, 23 Januari 2021

Sejarah Sistem Pembayaran


























Pada periode 1980 sampai dengan 1990-an, pertumbuhan ekonomi semakin membaik dan volume transaksi pembayaran non tunai juga semakin meningkat. Oleh karena itu, BI mulai menggunakan sistem yang lebih efektif dan canggih dalam penyelesaian transaksi pembayaran non tunai. Berbagai sistem seperti Semi Otomasi Kliring Lokal (SOKL) dengan basis personal computer dan Sistem Transfer Dana Antar Kantor Ter-otomasi dan Terintegrasi (SAKTI) dengan sistem paperless transaction terus dikembangkan dan disempurnakan.

 

Akhirnya, BI berhasil menciptakan berbagai perangkat sistem elektronik seperti BI-LINE, Sistem Kliring Elektronik Jakarta (SKEJ), Real Time Gross Settlement (RTGS), Sistem Informasi Kliring Jarak Jauh (SIKJJ), kliring warkat antar wilayah kerja (intercity clearing), dan Scriptless Securities Settlement System (S4) yang semakin mempermudah pelaksanaan pembayaran non tunai di Indonesia.


Sejarah Perkembangan Sistem Pembayaran 

Revolusi alat pembayaran baru saja dimulai. Kini, umat manusia semakin praktis dalam bertransaksi. Aneka macam pilihan datang menghampiri. Mulai dari selembar check hingga sehelai uang elektronik alias e- money. 

 

Peradaban awal umat manusia melakukan aktivitas ekonomi, alat pembayaran sangat ribet alias jauh dari kata praktis. Bayangkan saja, untuk membeli sebidang tanah, maka harus dibayar dengan beberapa ekor kuda. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, merevolusi cara bertransaksi menjadi sangat sederhana.

 

Berikut perjalanan  revolusi pembayaran dari barter di abad sebelum masehi hingga penggunaan uang elektronik di masa kini

 

Pertama, Barter.


Image by Ilham Radar Palembang


Masyarakat prasejarah juga telah mengenal sistem jual-beli. Namun, proses itu dimuluskan dengan bertukar barang kebutuhan. Cara ini dikenal sebagai barter.


Barter adalah metode transaksi paling tua di dunia. Diperkirakan mulai dilakukan tahun 6000 SM. Cara barter, diperkirakan dipelopori oleh bangsa Mesopotamia dan dikembangkan bangsa Babilonia. Berbagai barang pernah digunakan sebagai standar barter, semisal tengkorak manusia. Item lain yang populer digunakan untuk pertukaran adalah garam.


Sampai saat ini barter dilakukan oleh banyak kelompok masyarakat yang mempertahankan tradisi. Hal tersebut tak bisa kita pungkiri, apalagi dieliminasi. Namanya tradisi, agak sulit dihapuskan. Terlebih bagi mereka yang menutup diri dari informasi dari luar.


Di Indonesia, praktik jual beli dengan cara barter atau bertukar barang bisa kita temukan ketika berwisata ke Pulau Komodo. Cobalah sempatkan mampir ke Pasar Warloka, di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Di pasar ini, kita jangan berharap bisa menemukan uang. Jadi jika ingin beli sesuatu, maka siapkan barang tebusannya dengan nilai yang sepadan.

 

Kedua, Emas. 


Sisi depan dan belakang dari koin emas berusia 1.900 tahun.

(Samuel Magal/Shai Halevi-Israel Antiquities Authority)

 

Sistem barter lama-lama mengundang masalah juga. Ini terkait dengan sifat alami manusia yang sulit merasa puas. Apalagi ada sebagian orang yang kemudian merasakan ketidakseimbangan saat bertukar barang. Selain itu, barter memiliki masalah dalam hal pengangkutan barang. Hasil pertukaran sering melebihi daya angkut orang yang membutuhkannya. Ini menyebabkan barang mudah rusak jika tempat tinggal si pemilik jauh dari tempat pertemuan.


Emas adalah salah satu barang yang pernah menjadi alat pembayaran sebelum uang kertas digagas. Logam mulia ini, diterima di semua negara sebagai benda berharga karena nilainya tidak pernah berubah. Penggantian emas menjadi uang kertas sempat menimbulkan pro dan kontra.


Secara bertahap logam memiliki fungsi serupa dengan uang di banyak peradaban lainnya. Ketika berbicara mengenai perunggu, emas, perak, dan tembaga, maka akan merujuk pada uang secara umum atau mata uang tertentu. 


Pada tahun 700 SM koin telah bergemerincing di kantong bangsa Lydia, sebuah kerajaan yang memiliki keterikatan dengan Yunani Kuno. Berdasarkan peta modern, lokasi kerajaan ini berada di sekitar wilayah Turki atau Asia Kecil.


Koin Lydia terbuat dari elektrum, yakni campuran alami emas dan perak yang tersapu dari kandungan bijih pegunungan. Campuran alami kedua logam itu menghasilkan warna kuning muda. Saat Raja Croesus memimpin Lydia tahun 561 SM, ia menyadari adanya perbedaan kandungan antara uang elektrum. 

Para ahli sejarah lain berpendapat koin pertama juga sudah diproduksi di Pulau Aegina, Yunani pada periode sama, yaitu sekitar 700-500 SM. Di pusat utama perdagangan maritim ini koin dicetak memakai perak impor dari Afrika Utara. 


Beratus tahun kemudian, dinasti Qin (221-207 SM) pertama kali memberlakukan standardisasi koin emas. Setelah dinasti Qin tumbang, Kekaisaran Han menambah dua alat tukar lain, yaitu koin perak dan uang kertas dari kulit rusa. Uang kulit rusa itu kelak menjadi cikal bakal uang kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina.


Bentuk uang logam Cina cukup unik. Logam bulat pipih dengan dua warna berbeda di bagian tengah dan tepi. Tepat di tengah terdapat lubang berbentuk kotak yang berfungsi merangkai sejumlah koin menjadi satu renceng sehingga mudah dibawa. 


Penemuan koin timbal, perak, emas, dan tembaga di berbagai belahan dunia tersebut mendorong pemakaian mata uang sebagai sarana komoditas pada awal abad masehi, khususnya di Eropa, Afrika Utara, dan Asia. Sementara, perdagangan pramodern berlangsung 1250 SM – 1450 M lewat peredaran luas koin sepanjang peradaban Romawi, India, Cina, dan Islam. 


Awalnya, seluruh negara menggunakan emas sebagai mata uang, termasuk Amerika. Pada tahun 1913, para bankir memutuskan bahwa telah terjadi kekurangan uang di AS. Pemerintah tidak bisa menerbitkan mata uang lagi karena semua cadangan emas telah terpakai. Agar ada sirkulasi tambahan uang, sekelompok orang mendirikan satu bank yang dinamakan “The Federal Reserve Bank of New York” yang kemudian hari populer disingkat The Fed. Sejak saat itu, alat pembayaran emas berganti menjadi uang kertas.

 

Ketiga, Uang Kertas. 


Uang_Kertas_Rupiah_Indonesia_2020

http://www.banknotenews.com/files/tag-indonesia.php


Pada awalnya, uang kertas dibuat oleh satu negara sebesar nilai emas yang mereka miliki. Ya, nilai uang kertas dijamin dengan emas. Namun saat ini, jumlah uang kertas yang beredar tak lagi didasarkan pada jaminan emas. Tapi tergantung oleh berbagai variabel ekonomi.


Penggunaan uang logam juga sulit untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas. sejarah pemakaian kertas sebagai bahan uang, Cina dianggap sebagai bangsa yang pertama menemukannya, sekitar abad pertama Masehi pada masa Dinasti T’ang.


Penemunya Ts’ai Lun hidup di negeri kuno sekitar abad kedua Masehi, kertas pertama dari kulit kayu pohon murbei yang daunnya sebagai pakan ulat untuk industri sutra Cina.Sejarah lain mengatakan orang Mesopotamia sudah pernah membuat uang kertas. Namun berulangkali gagal karena bahan baku yang dipakai tidak sekuat bahan yang digunakan Lun. Di Cina pada zaman Kaisar Tsing 300 tahun sebelum Lun, juga pernah dicoba oleh pegawai kerajaan.


Namun kandas sebab bahan bakunya mudah sobek. setelah tahu bahwa Lun menemukan kulit kayu murbei sebagai bahan yang kuat, dan Lun sendiri berhasil membuktikan bahan itu layak menjadi bahan baku mata uang, akhirnya para birokrat kerajaan Cina memproduksi mata uang kertas pertama di dunia. Uang kertas cukup lama beredar di Cina dan di negeri lain tetap memakai uang koin. Baru setelah Marcopolo singgah ke Cina pada abad ke-13, bangsa lain mengenal uang kertas dan meniru kreasi bangsa Cina itu.


Di abad modern, Benjamin Franklin (Amerika) ditetapkan sebagai Bapak Uang Kertas karena pertama kali mencetak dollar dari bahan kertas, yang digunakan untuk membiayai perang kemerdekaan Amerika Serikat. Sebagai penghormatan pemerintah terhadap Benjamin Franklin, potretnya diabadikan di lembaran mata uang dollar pecahan terbesar yaitu USD100 dan saat ini uang koin maupun uang kertas tetap digunakan sebagai alat transaksi pada berbagai mata uang di seluruh penjuru dunia.

 

Keempat, Cek/Bilyet. 

Dirasa masih kurang praktis dengan uang jika transaksi dalam jumlah besar, maka otoritas Keuangan mengeluarkan alat transaksi yang bernama Cek dan Bilyet. Keduanya menyerupai surat pemberitahuan tentang otoritas klaim sejumlah uang yang nominalnya tertuang di dalam selembar Cek/Bilyet Giro. Jika tidak ada Cek/Bilyet Giro, dapat dibayangkan bagaimana repotnya melakukan transaksi bernilai milyaran rupiah. Harus membawa berkarung-karung atau berkontainer banyaknya uang untuk melakukan pembelian satu unit rumah mewah di kawasan Pondok Indah. Repot membawa dan menghitungnya.


Awal mula dan sejarah dari sistem pembayaran menggunakan cek pertama kali pada tahun 352 sebelum masehi di Romawi, namun baru tahun 1500 ditemukan bukti nyata adanya transaksi menggunakan cek di Belanda.


Cek ini kemudian berkembang ke negara Inggris sekitar tahun 1700-an. Salah satu bank di Inggris memberikan nomor seri di sudut kanan atas cek agar bisa melacak keberadaan cek tersebut, dan dari sanalah asal kata “check”.

 

Kelima, E-Money. 

Google Pict


Namun rupanya, teknologi terus berkembang. Penggunaan uang kertas, cek dan bilyet giro tak juga cukup di era serba cepat dan praktis yang menuntut keamanan bertransaksi. Selain membutuhkan cost bahan baku, uang kertas dan cek atau bilyet giro juga mudah rusak dan bisa disalahgunakan. Singkatnya, masih bisa dibuat terobosan alat pembayaran yang praktis dan aman. 


Maka kemudian, di era kekinian muncullah e-money atau uang elektronik. Uang elektronik memiliki nilai tersimpan (stored-value) atau prabayar (prepaid) dimana sejumlah nilai uang disimpan dalam suatu media elektronis yang dimiliki seseorang.  Jika uang kertas, cek atau bilyet bisa digunakan oleh siapa saja alias disalahgunakan, maka e-money memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi. E-money berbasis jaringan mengacu pada transaksi e-money dilakukan melalui jaringan telekomunikasi, seperti Internet, sehingga keamanan pada e-money ketika digunakan untuk bertransaksi cukup tinggi.


E-Money adalah alat pembayaran yang menggunakan media elektronik yaitu jaringan komputer dan juga internet. Nilai uang dari nasabah tersimpan dalam media elektronik tertentu. E-Money sering pula disebut dengan Electronic Cash, Digital Money, Digital Cash, Electronic Currency ataupun Digital Currency. E-Money sangat aman untuk digunakan. Bahkan ilmu kriptografi menyatakan bahwa uang elektronik tersebut sangat sulit untuk diretas atau dibajak. Jadi kalian tidak perlu khawatir untuk menggunakannya.


Sejarah Perkembangan E-Money

Perkembangan E-Money sendiri dimulai sejak 1960. Saat itu perusahaan komputer raksasa IBM bekerjasama dengan American Airlines menciptakan suatu sistem yang disebut SABRE (Semi-AutomaticBusines Research Environment) yang memungkinkan kantor-kantor American airlines untuk dipasangkan dengan terminal yang terhubung dengan jaringan telpon yang memungkinkan perusahaan mengecek secara langsung jadwal keberanchigkatan, ketersediaan kursi, dan secara digital membuat pesanan yang kemudian bisa dibayarkan menggunakan sistem kredit. Tahun 1970an bank di amerika dan eropa telah menggunakan mainframe komputer untuk melacak transaksi antar cabang dan bank lain, sistem ini terbukti sukses melewati batasan internasional pertukaran kurs dibutuhkan.


Hingga pada 1983, sebuah researchpaper yang dibuat oleh David Lee Chaum memperkenalkan ide “uang digital”. David Lee Chaum yang lahir pada tahun 1955 adalah seorang ilmuwan komputer dan kriptografer. Beliau banyak menciptakan protocol kriptografi dan menemukan Digicash, perusahaan uang digital. Digicash didirikan di Amsterdam untuk mengkomersialkan ide David, tetapi sayang perusahaanya bangkrut pada tahun 1998. Pada tahun 1999, David meninggalkan perusahaan.


Pada tahun 1997, justru perusahaan Coca-Colalah yang pertama kali menawarkan transaksi dari vending machine menggunakan mobilepayments, setelah itu barulah perusahaan layanan e-Money yang terkenal hingga saat ini PayPal muncul ke public. Dan pada tahun 2008 muncul kurs tersendiri dari uang digital yang dinamakan Bitcoin. Dari sinilah muncul istilah digital currency dan virtual currency.


Penggunaan uang elektronik atau electronicmoney (e-Money) diprediksi akan terus tumbuh secara signifikan. Meski demikian bertransaksi secara manual menggunakan uang tunai masih akan tetap dilakukan masyarakat. Eny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economicsand Finance (INDEF), mengatakan penggunaan uang elektronik mempercepat transaksi dan proses perdagangan. Namun pengaruhnya signifikan atau tidak, belum dapat diketahui secara pasti.


Selain aman, e-money juga efisien. Bahkan, e-money dapat dimiliki tanpa harus membuka rekening bank seperti layanan yang disediakan oleh True Money. Bagi pelaku bisnis ecommerce, penggunaan True Money sangat membantu dalam menjalankan bisnis. Saat ini, inovasi penggunaan True money sudah merambah ke smartphone. Artinya, berbagai transaksi kita dapat dilakukan cukup dengan membuka dan memindai handphone.


Perkembangan E-Money di Indonesia

E-Money sekarang mulai berkembang di Indonesia, Tahun ketahun penguna E-Money semakin meningkat. Menjadi populer juga banyaknya wirausaha online maupun Offline di indonesia dan transaksi yang sedang popular digunakan sekarang adalah e-Money. Bahkan, fasilitas-fasilitas umum telah memperkenalkan e-Money sebagai pembayaran tol, commuterline, transjakarta, parkir, dan masih banyak lagi.


Banyak bank atau perusahaan lainya yang menyediakan jasa e-Money yang telah bersertifikan BI. Sejauh ini, e-Money – uang non-tunai yang digunakan dalam transaksi sudah digunakan sebagai alat pembayaran untuk transaksi yang bernilai kurang dari Rp 5 juta di Indonesia. Total nilai transaksi e-Money di tahun 2013 mencapai Rp 6,7 miliar per hari atau Rp 2 triliun per tahun. Sementara total nilai transaksi di Indonesia adalah Rp 260 triliun per tahun.


Saat ini penggunaan uang elektronik terus meningkat. Sebagai contoh dapat dilihat dari penjualan e-tollcard yang terus meningkat. Adityawarman ,Direktur Utama Jasa Marga, mengatakan bahwa penjualan e-toll tembus 100 juta lebih.


Beberapa bank yang mengeluarkan produk e-Money di antaranya PT Bank Central Asia Tbk dengan produknya, Flazz, PT Bank Mandiri Tbk melalui IndomaretCard, Gaz Card, dan e-Toll. Sementara itu, PT Bank Mega Tbk dengan Studio PassCard dan Smart Card, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk mengeluarkan Java JazzCard dan Kartuku.


Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mengeluarkan BRIZZI, BPD DKI Jakarta dengan produk JakCard, PT Indosat Tbk mengeluarkan Dompetku, PT SkyeSb Indonesia dengan produk SkyeCard, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mengeluarkan FlexyCard serta i-VasCard.


Selanjutnya, PT Telkomsel dengan produk T-Cash, PT XL Axiata Tbk mengeluarkan XL Tunai, PT Finnet Indonesia dengan produknya FinChannel dan BBM Money (produk uang elektronik kerjasama antara Produsen BlackBerry™ dengan Bank Permata).


Bank Indonesia mencatat nilai transaksi kartu prabayar atau electronicmoney (e-Money) mencapai Rp 2,19 triliun hingga Februari 2013. Angka tersebut meningkat 97% (year-on-year) dibandingkan Februari 2012 yang tercatat sebesar Rp 1,11 triliun.


Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi penggunaan e-Money juga tumbuh menjadi 9,62 juta transaksi. Volume ini naik 68% dari posisi Februari 2012 sebanyak 5,72 juta transaksi. Peningkatan ini sejalan dengan penambahan jumlah  kartu e-Money setahun terakhir yang tumbuh 61% menjadi 23 juta kartu.

 

Uang pecahan logam saat ini dimasukkan dalam katagori sistem pembayaran apa ya? Kenapa masuk dalam periode tersebut!


Dafar Pustaka

http://www.warta.ykkbi.or.id/2015/01/edukasi-perbankan-sejarah-sistem-pembayaran-indonesia.html

https://www.akseleran.co.id/blog/uang-logam/

https://radiobrite.com/index.php/blog/590-mengenal-sejarah-uang-logam-uang-kertas-di-dunia

https://klasika.kompas.id/baca/sejarah-uang-dari-zaman-prasejarah-hingga-elektronik/

https://www.kompasiana.com/entrepreneure/5750f55383afbd4f2eecbbad/transformasi-transaksi-dari-barter-sampai-emoney?page=all

https://lifepal.co.id/media/alat-pembayaran-nontunai-yang-kasih-banyak-untung/

https://sarjanaekonomi.co.id/pengertian-cek/

https://www.dosenpendidikan.co.id/e-money-adalah/