Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2013

Cara Mendaftar / Cara Membuat id Kaskus

1. Pastikan anda sudah mempunyai email yang aktif.
2. Kunjungi http://www.kaskus.co.id.
    Jika sudah muncul, klik Register Now! di pojok kanan atas. Lihat gambar dibawah ini.
    
    atau langsung klik > http://www.kaskus.co.id/register
3. Setelah itu akan ada form pendaftaran.    Isi saja sesuai dengan identitas Anda masing-masing. Lihat gambar.
   Isi semua formulirnya. Jika sudah klik Submit.

Selanjutnya, jika data yang anda masukan sudah benar, akan ada pesan dari kaskus bahwa pendaftaran berhasil. Dan anda tinggal mengkonfirmasinya lewat email. Lihat gambar dibawah ini.

4. Oke, Langsung buka inbox email Anda.
    Lihat pesan email dari kaskus yang baru saja masuk.
    Lihat gambar.

5. Buka email dan klik link yang diberikan untuk mengkonfirmasi Akun anda.
    Jika ini tidak dilakukan maka Anda belum bisa menggunakan akun Anda. Klik link yang pertama/paling   atas. lihat gambar dibawah.

6. Jika link yang diatas tidak bekerja/rusak. Coba gunakan cara kedua.
    Langsung menuju http://www.kaskus.co.id/register/verify. Kemudian masukan username anda dan juga password rahasia Anda.

7. Jika sudah berhasil akan ada pesan konfirmasi dari Kaskus seperti gambar dibawah ini.


8. Pendaftaran/Pembuatan id Kaskus sudah selesai.

Untuk menggunakan kaskus, Anda harus login terlebih dahulu dengan username dan password. Dan selamat berkasak-kusuk di Kaskus.

Mudah sekali bukan membuat id kaskus, hanya butuh beberapa langkah. Jika masih ada yang kurang jelas dan ingin ditanyakan tentang pembuatan id kaskus, silahkan tinggalkan komentar Anda dibawah.

Sekian tutorial kali ini tentang Cara membuat id kaskus. Semoga bisa membantu anda yang ingin sekali berkasak kusuk di forum Kaskus ini. Terima kasih telah membaca tutorial cara membuat id kaskus.

referensi: (kaskus.co.id, wikipedia.org, google.co.id) tags: (cara membuat id kaskus, cara membuat akun kakus, cara mendaftar kaskus, cara daftar akun kaskus, how to make kaskus account, cara bikin kaskus, tips trik kaskus indonesia)

Kamis, 27 Januari 2011

Membangun Website

Apa itu domain dan apa itu hosting. Domain itu nama/alamat website dan hosting itu tempat untuk menyimpan website .

Ilustrasinya adalah sebagai berikut

Dengan dua komponen inilah sebuah blog/website dapat dibangun. Tanpa keduanya mustahil kita bisa membuat website dan hosting.

Bagi yang paham dan atau sudah lama bergelut dengan dunia website, ‘domain’ tentu bukan kata yang asing. Tapi bagi masyarakat awam bahkan yang sudah lama menggunakan internet tentu tidak mengerti apa itu domain. Ya kan? hayo ngakuu?

Seperti yang saya sebutkan diatas, domain adalah alamat/nama dari sebuah website. Ibaratnya, misal laptop adalah website maka domain adalah merek laptop itu sendiri. Atau ibarat kita membangun rumah itu sebagai website, maka alamat rumah kita itulah yang disebut domain.




Setelah mengetahui secara umum tentang pengertian domain, kita kenalan lebih dalam yuk pada pembagian domain. Domain dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

  1. Top level domain (TLD) adalah extensi dari sebuah domain. Merupakan level tertinggi dalam penamaan domain.
  2. Second level domain adalah nama domain itu sendiri. Second level inilah yang merupakan domain pilihan kita kawan. Top level dan Second level ini merupakan level wajib yang harus digunakan agar sebuah domain bisa bersiri.
  3. Sedangkan Lower level domain adalah level domain tingkat rendah. Keberadaan lower level ini tidak begitu penting. Karena tanpa lower level ini, domain tetap bisa berdiri. Lower lever ini dipakai untuk subdomain pertama, subdomain kedua, ketiga dan seterusnya.

Jenis domain berdasarkan penggunaannya

Berikut ini adalah jenis-jenis domain berdasarkan penggunaannya yang Eros tahu. Yang mau menambah silahkan dikotak komentar yaa. Mungkin banyak rekan blogger yang sudah paham, tapi tentu saja ada yang belum tahu. Agar lebih mudah, saya kasih contonya yaa:

  1. Main using domain. Domain ini adalah domain utama yang digunakan oleh sebuah website. Contoh :www.komputekonline.net, www.jagoanhosting.com dan sebagainya.
  2. Redirect Domain. Domain ini hanya digunakan untuk redirect ke domain lain. Alasan menggunakan domain ini pun beragam. Yaitu untuk mempersingkat domain utama. Contoh : www.PriaJantan.com yang akan di direct ke domain www.CaraMemperbesar.org
  3. Parked Domain adalah domain yang diparkir alias tidak digunakan. Alasan memparkir domain pun beragam. Karena banyaknya domain yang dimiliki si empu website, atau memang sengaja bisnis parkir domain. Contoh www.zaujah.com, ini adalah domain yang di parkir di Sedo.com

Jenis-jenis domain berdasarkan TLD

Berikut jenis-jenis domain berdasarkan Top Level Domainnya. Alias pembagian nama domain berdasarkan ekstensi domain tersebut :

  1. Global Top Level Domain (gTLD) adalah domain yang menggunakan ekstensi global/TLD internasional. Ada banyak jumlah GTLD yang bisa digunakan untuk website, diantaranya :

§ .COM (Commercial) untuk perusahaan komersil. Contoh www.JagoanHosting.com

§ .NET (Network) untuk perusahaan jaringan/networking. Contoh www.D-Net.net

§ .ORG (organization) diperuntukkan bagi badan organisasi. Contoh www.Wikipedia.org

§ .TV (television) khusus untuk perusahaan penyiaran televisi. Contoh : www.an.tv

§ .GOV (government) untuk lembaga pemerintahan. Contoh : www.usa.gov

§ dan masih banyak yang lain seperti .cc, .in, .co, .im dan sebagainya.

  1. Country Code Top Level Domain (ccTLD) adalah domain yang menggunakan ekstensi sesuai dengan negara/wilayah masing-masing. Untuk bisa menggunakan domain ini harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan pada masing-masing negara.

§ .ID (Indonesia) ekstensi domain untuk Indonesia

§ .AU (Australia) ekstensi domain untuk Australia

§ .MY (Malaysia) ekstensi domain untuk Malaysia

§ .UK (United Kingdom) ekstensi domain untuk Inggris

§ .SG (Singapore) untuk negara Singapura

§ dan masih banyak yang lain tergantung negara masing-masing.

Domain Indonesia (.id) dari istilahnya sudah cukup jelas bukan? Yaitu domain yang menggunakan ekstensi khusus untuk web-web Indonesia. Karena menyangkut negara, maka penggunaannya pun diatur sesuai peraturan yang berlaku.

  1. Jenis-jenis domain indonesia

§ .CO.ID = untuk perusahaan komesial

§ .WEB.ID = untuk individu/kelompok

§ .SCH.ID = untuk sekolahan

§ .AC.ID = untuk perguruan tinggi

§ .OR.ID = untuk organisasi

§ .GO.ID = untuk bedan pemerintahan

§ .NET.ID = untuk perusahaan jaringan

  1. Persyaratan register domain Indonesia

§ .CO.ID = KTP*, akta niotaris/SIUP dan hak merk

§ .WEB.ID = KTP*

§ .SCH.ID = KTP*, surat kuasa, surat permohonan dari kepala sekolah

§ .AC.ID = KTP*, SK Depdiknas Pendirian, Akta Notaris Pendirian, Surat Kuasa Pimpinan Lembaga

§ .OR.ID = KTP*, Akta Notaris atau SK Organisasi

§ .NET.ID = KTP*, SIUP, Kepemilikan Merk, SIUP Telekomunikasi (ISP, Telco, VSAT, dsb)

§ .GO.ID = KTP*, Surat permohonan di tanda tangani oleh Sekjen/Sekut/Sekmen untuk Pemerintah Pusat atau Sekda untuk Pemda, dan Surat kuasa

* = KTP (Kartu Tanda Penduduk) penanggungjawabwebsite/admin

Rabu, 20 Januari 2010

LUPA KATA SANDI GMAIL??

Ikuti langkah berikut:
  1. Buka browser (Internet Explorer / Mozillz / Google Chrome) Lalu ketik dalam address :
  2. Klik I cannot access my account atau dalam bahasa Indonesianya Saya tidak dapat mengakses account

  1. Klik tombol pilihan I forgeteed password atau saya lupa password kemudian klik password recovery page atau sandi pemulihan halaman
  2. Masukkan nama pengguna untuk Gmail atau Google Account pada bidang yang tersedia.
  3. Memasukkan huruf captcha seperti pada gambar pada layar.
  4. Jika Anda tidak login ke Gmail untuk 24 hari sebelumnya, pertanyaan rahasia sebagaimana ditetapkan dalam Account Google yang akan disajikan.

Lalu Menjawab pertanyaan dengan jawaban yang benar agar dapat untuk me-reset password.

Jika Anda tidak dapat menjawab pertanyaan keamanan Anda dan account memiliki alamat email sekunder dikonfigurasi, link akan muncul di bagian bawah halaman hasil pertanyaan rahasia. Klik pada link akan memiliki reset password pesan email yang dikirimkan ke email sekunder surat. Setelah menerima email, ikuti link untuk mengatur

Jika Anda telah login ke Gmail sebelumnya dalam periode 24 jam, password reset email akan segera dikirim instead. Ikuti link untuk mengatur ulang sandi. Jika Anda tidak memiliki alamat email sekunder, atau jika Anda tidak lagi memiliki akses ke account, ulangi langkah-langkah di atas setelah 5 hari. Pada saat itu, Anda akan bisa mereset password Anda dengan menjawab pertanyaan keamanan yang Anda berikan ketika Anda menciptakan account Anda.

  1. Jika Anda tidak dapat mengingat jawaban untuk pertanyaan rahasia, tidak dapat menjawab pertanyaan rahasia dengan benar dan tidak menerima email reset password di account email sekunder, coba contact Google hubungi Google .

Senin, 18 Januari 2010

LUPA KATA SANDI/PASSWORD 1

Bagaimana jika saya lupa sandi dan/atau ID Yahoo!?

Anda bisa mendapatkan sandi baru, pengingat ID Yahoo!, atau keduanya. Kunjungi halaman Masalah Masukdan masukkan beberapa informasi verifikasi dasar, seperti tanggal lahir dan kode pos yang Anda gunakan ketika mendaftar.

Pastikan Anda memberikan informasi yang sama dengan yang Anda berikan saat pendaftaran atau saat terakhir kali memutakhirkan akun. Tanpa informasi verifikasi yang benar, Anda tidak akan bisa mendapatkan sandi baru.


Bagaimana jika saya lupa sandi dan/atau ID Facebook?

Lupa password facebook, semoga dengan adanya tulisan ini bisa membantu anda yang lupa password facebook. Konsepnya sebenarnya sama dengan situs lain dan konsep ini sudah umum digunakan dalam dunia internet, baik itu lupa password email, password forum, dll. Jadi saya yakin anda pasti tidak akan merasa kesulitan untuk menerapkan konsep ini.

Nah, ini dia cara mendapatkan kembali password facebook anda

  • Dari browser ketik http://www.facebook.com, klik pada Forgot your password?/Lupa kata sandi anda? Tulis email anda (ingat, email yang anda pakai saat pendaftaran).
  • Selanjutnya klik tombol Reset Password/Atur Ulang Password Anda. Password/Kata Sandi anda akan direset ulang.

Lupa password facebook

  • Login ke akun email anda dan lihat ada email dari facebook dengan topik “Konfirmasi perubahan kata sandi”. Buka email tersebut dan klik link yang disertakan pada email tersebut, anda akan dibawa ke jendela baru/tampilan baru.

Email konfirmasi lupa password facebook

  • Isikan Email, Kata sandi baru dan Konfirmasi kata sandi.

Proses mengganti ulang password facebook anda

  • Selanjutnya klik tombol Ganti Kata Sandi.


Sabtu, 16 Januari 2010

9 Teori Motivasi

Sumber : http://kuliahkomunikasi.blogspot.com

1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)

Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :

(1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex;

(2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual;

(3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs);

(4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan

(5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.

Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga.

Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua,- dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.

Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia makin mendalam penyempurnaan dan “koreksi” dirasakan bukan hanya tepat, akan tetapi juga memang diperlukan karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia berlangsung secara simultan. Artinya, sambil memuaskan kebutuhan fisik, seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman, merasa dihargai, memerlukan teman serta ingin berkembang.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki. Dalam hubungan ini, perlu ditekankan bahwa :

a. Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang;

b. Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan fisik, bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya.

c. Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu.

Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan berikutnya yang lebih bersifat aplikatif..

2. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)

Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan :“ Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.”
Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu :

(1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat;

(2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan

(3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.


3. Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG)

Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan)

Jika makna tiga istilah tersebut didalami akan tampak dua hal penting. Pertama, secara konseptual terdapat persamaan antara teori atau model yang dikembangkan oleh Maslow dan Alderfer. Karena “Existence” dapat dikatakan identik dengan hierarki pertama dan kedua dalam teori Maslow; “ Relatedness” senada dengan hierarki kebutuhan ketiga dan keempat menurut konsep Maslow dan “Growth” mengandung makna sama dengan “self actualization” menurut Maslow. Kedua, teori Alderfer menekankan bahwa berbagai jenis kebutuhan manusia itu diusahakan pemuasannya secara serentak.

Apabila teori Alderfer disimak lebih lanjut akan tampak bahwa :
a. Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan tertentu, makin besar pula keinginan untuk memuaskannya;

b. Kuatnya keinginan memuaskan kebutuhan yang “lebih tinggi” semakin besar apabila kebutuhan yang lebih rendah telah dipuaskan;
c. Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi, semakin besar keinginan untuk memuasakan kebutuhan yang lebih mendasar.

Tampaknya pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. Artinya, karena menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya.

4. Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)

Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.

Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.

Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.

Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.

5. Teori Keadilan

Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :

a. Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau
b. Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Dalam menumbuhkan persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakan empat hal sebagai pembanding, yaitu :

a. Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan pengalamannya;

b. Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri;

c. Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis;

d. Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang merupakan hak para pegawai
Pemeliharaan hubungan dengan pegawai dalam kaitan ini berarti bahwa para pejabat dan petugas di bagian kepegawaian harus selalu waspada jangan sampai persepsi ketidakadilan timbul, apalagi meluas di kalangan para pegawai.

Apabila sampai terjadi maka akan timbul berbagai dampak negatif bagi organisasi, seperti ketidakpuasan, tingkat kemangkiran yang tinggi, sering terjadinya kecelakaan dalam penyelesaian tugas, seringnya para pegawai berbuat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan masing-masing, pemogokan atau bahkan perpindahan pegawai ke organisasi lain.


6. Teori penetapan tujuan (goal setting theory)

Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni : (a) tujuan-tujuan mengarahkan perhatian; (b) tujuan-tujuan mengatur upaya; (c) tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; dan (d) tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan. Bagan berikut ini menyajikan tentang model instruktif tentang penetapan tujuan.

7. Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan )

Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And Motivation” mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “ Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu, dan jalan tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya.

Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana, teori harapan berkata bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.

Di kalangan ilmuwan dan para praktisi manajemen sumber daya manusia teori harapan ini mempunyai daya tarik tersendiri karena penekanan tentang pentingnya bagian kepegawaian membantu para pegawai dalam menentukan hal-hal yang diinginkannya serta menunjukkan cara-cara yang paling tepat untuk mewujudkan keinginannnya itu. Penekanan ini dianggap penting karena pengalaman menunjukkan bahwa para pegawai tidak selalu mengetahui secara pasti apa yang diinginkannya, apalagi cara untuk memperolehnya.

8. Teori Penguatan dan Modifikasi Perilaku

Berbagai teori atau model motivasi yang telah dibahas di muka dapat digolongkan sebagai model kognitif motivasi karena didasarkan pada kebutuhan seseorang berdasarkan persepsi orang yang bersangkutan berarti sifatnya sangat subyektif. Perilakunya pun ditentukan oleh persepsi tersebut.
Padahal dalam kehidupan organisasional disadari dan diakui bahwa kehendak seseorang ditentukan pula oleh berbagai konsekwensi ekstrernal dari perilaku dan tindakannya. Artinya, dari berbagai faktor di luar diri seseorang turut berperan sebagai penentu dan pengubah perilaku.

Dalam hal ini berlakulah apaya yang dikenal dengan “hukum pengaruh” yang menyatakan bahwa manusia cenderung untuk mengulangi perilaku yang mempunyai konsekwensi yang menguntungkan dirinya dan mengelakkan perilaku yang mengibatkan perilaku yang mengakibatkan timbulnya konsekwensi yang merugikan.

Contoh yang sangat sederhana ialah seorang juru tik yang mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam waktu singkat. Juru tik tersebut mendapat pujian dari atasannya. Pujian tersebut berakibat pada kenaikan gaji yang dipercepat. Karena juru tik tersebut menyenangi konsekwensi perilakunya itu, ia lalu terdorong bukan hanya bekerja lebih tekun dan lebih teliti, akan tetapi bahkan berusaha meningkatkan keterampilannya, misalnya dengan belajar menggunakan komputer sehingga kemampuannya semakin bertambah, yang pada gilirannya diharapkan mempunyai konsekwensi positif lagi di kemudian hari.

Contoh sebaliknya ialah seorang pegawai yang datang terlambat berulangkali mendapat teguran dari atasannya, mungkin disertai ancaman akan dikenakan sanksi indisipliner. Teguran dan kemungkinan dikenakan sanksi sebagi konsekwensi negatif perilaku pegawai tersebut berakibat pada modifikasi perilakunya, yaitu datang tepat pada waktunya di tempat tugas.
Penting untuk diperhatikan bahwa agar cara-cara yang digunakan untuk modifikasi perilaku tetap memperhitungkan harkat dan martabat manusia yang harus selalu diakui dan dihormati, cara-cara tersebut ditempuh dengan “gaya” yang manusiawi pula.

9. Teori Kaitan Imbalan dengan Prestasi.

Bertitik tolak dari pandangan bahwa tidak ada satu model motivasi yang sempurna, dalam arti masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, para ilmuwan terus menerus berusaha mencari dan menemukan sistem motivasi yang terbaik, dalam arti menggabung berbagai kelebihan model-model tersebut menjadi satu model. Tampaknya terdapat kesepakan di kalangan para pakar bahwa model tersebut ialah apa yang tercakup dalam teori yang mengaitkan imbalan dengan prestasi seseorang individu .

Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Termasuk pada faktor internal adalah : (a) persepsi seseorang mengenai diri sendiri; (b) harga diri; (c) harapan pribadi; (d) kebutuhaan; (e) keinginan; (f) kepuasan kerja; (g) prestasi kerja yang dihasilkan.

Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain ialah : (a) jenis dan sifat pekerjaan; (b) kelompok kerja dimana seseorang bergabung; (c) organisasi tempat bekerja; (d) situasi lingkungan pada umumnya; (e) sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.

Jumat, 21 November 2008

CARA DOWNLOAD FILE


  1. Double klik folder yang berisi file yang dimaksud.

  2. Tunggu hingga anda terhubung pada link tempat penyimpanan file virtual.

  3. Pilih dan klik subfolder yang anda inginkan. Tunggu loading sebentar.

  4. Double klik nama file yang dimaksud.

  5. Pilih tombol Download Now

  6. Pilih tombol Open untuk membuka file yang tersedia dan Pilih tombol Save bila ingin menyimpannya ke dalam flasdisk atau komputer anda.

  7. Selamat Menikmati.